Usia 4-6 bulan

 Usia 4-6 bulan

 

Bayi usia 4 bulan si kecil sudah dapat tengkurap dan terlentang, menumpuh badan pada kaki , serta dada terangkat menumpu pada lengan, mampu mengeluarkan suara dari tenggorokan, dan dapat mengekspresikan keterampilan bahasa tubuh.

Bayi usia 5 bulan, gerakan bayi semakin berfariasi otot bayi dan lengan bayi makin menguat. Ia kini sudah pandai berputar dan menggunakan tangannya. Indra penglihatan bayi sudah  sensitive terhadap cahaya dan warna, bayi sudah mengeluarkan ocehan pendek, “ba”, “da”.

Bayi usia 6 bulan, bayi sudah mampu duduk tanpa pegangan, senang mengoceh, dan mengekspresikan perasaan gembira,bayi akan sering menendan dan menggeser-geserkan kakinya serta memasukan benda- benda yang ditemuinya ke dalam mulut.

 

Perkembangan Anak

 

Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita, karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada masa balita ini kemampuan berbahasa, kreativitas, sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian juga dibentuk pada masa ini. Deteksi dini perkembangan anak dilakukan dengan cara pemeriksaan perkembangan secara berkala, apakah sesuai dengan umur atau telah terjadi penyimpangan dari perkembangan normal. Empat parameter yang dipakai dalam menilai perkembangan anak adalah:

1. Gerakan motorik kasar (pergerakan dan sikap tubuh).

2. Gerakan motorik halus (menggambar, memegang suatu benda dll).

3. Bahasa (kemampuan merespon suara, mengikuti perintah, berbicara

spontan).

4. Kepribadian/tingkah laku (bersosialisasi dan berinteraksi dengan

lingkungannya).

 

 

TABEL PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

Untuk bisa mengetahui apakah tumbuh kembang seorang anak tergolong kelewat pesat atau tidak, selain konsultasi dengan ahlinya, menurut Mayke bisa dilihat dari Tabel Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 0-12 bulan berikut ini:

Umur

BB (kg)

PB (cm)

Linkar

Kepala

Gerakan

Kasar

Gerakan

Halus

Komunikasi/

Bicara

Sosial dan

Kemandirian

1 bln 3,0-4,3 49,8-54,6 33-39 Tangan & Kaki bergerak aktif Kepala menoleh ke samping Bereaksi terhadap bunyi lonceng Menatap wajah ibu atau pengasuh
2 bln 3,6-5,2 52,8-58,1 35-41 Mengangkat kepala ketika tengkurap Bersuara Tersenyum spontan
3 bln 4,2-6,0 55,5-61,1 37-43 Kepala tegak ketika didudukan Memegang mainan Tertawa/ berteriak Memandang tangannya
4 bln 4,7-6,7 57,8-63,7 38-44 Tengkurap/ telentang sendiri    
5 bln 5,3-7,3 59,8-65,9 39-45   Meraih, menggapai Menoleh ke arah datangnya suara Meraih mainan
6 bln 5,8-7,8 61,6-67,8 40-46 Duduk tanpa berpegangan     Memasukkan Biskuit ke mulut
7 bln 6,2-8,3 63,2-69,5 40,5-46,5   Mengambil maianan dengan tangan kanan & kiri Bersuara ma, ma… ma… ma
8 bln 6,6-8,8 64,6-71,0 41,5-47,5 Berdiri berpegangan  
9 bln 7,0-9,2 66,0-72,3 42-48   Menjimpit   Melambaikan tangan
10 bln 7,3-9,5 67,2-73,6 42,5-48,5   Memukulkan mainan di kedua tangan   Bertepuk tangan
11 bln 7,6-9,9 68,5-74,9 43-49     Memanggil mama, papa Menunjuk meminta
12 bln 7,8-10,2 69,6-76,1 43,5-49,5 Berdiri tanpa berpegangan Memasukkan maianan ke cangkir Bermain dengan orang lain

 

Agar tumbuh kembang anak akan berjalan maksimal sesuai fase perkembangannya maka kita harus mengetahui cara mengasuh anak dengan baik secara asuh, asih dan asah.

  1. 1.     POLA ASUH

Asuh atau kebutuhan fisis- biomedis adalah hebutuhan akan nutrisi yang tepat dan seimbang. Di dalamnya termasuk:

  • Pangan / gizi
  • Perawatan dan kesehatan : penimbangan yang teratur, imunisasi,pengibatan
  • Pakaian
  • Kebersihan perseorangan, senitasi lingktngan, pemukiman yang layak.
  • Rekreasi, kesegaran jasmani.

 

Anjuran Pemberian Pangan atau Makanan Pada Bayi Usia 4 – 6 Bulan.

Makanan memegang berperanan penting dalam tumbuh kembang anak, karena anak sedang tumbuh sehingga kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa. Pemberian ASI sangat penting bagi bayi karena selain nilai gizinya yang tinggi, terdapat zat-zat kekebalan yang melindungi anak dari berbagai macam infeksi. Disamping itu dengan menyusui akan mendekatkan hubungan anak-ibu. Sentuhan serta belaian ibu saat bayi berada dalam dekapannya memberikan rasa aman sehingga menenangkan bayi. ASI adalah makanan terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang bayi dibulan-bulan pertama kehidupannya. Dianjurkan pemberian ASI saja tanpa makanan apapun pada bayi sampai 6 bulan (ASI ekslusif).

Bila kondisi ASI ibu (jumlah dan kualitasnya) tidak memenuhi kebutuhan gizi bayi, yang ditandai dengan kenaikan berat badan yang tidak akurat, maka perlu diberikan pengganti ASI (PASI) untuk bayi usia dibawah 4 bulan, dan makanan pendamping ASI (M-PASI) untuk bayi usia diatas 4 bulan.

Pengaturan makanan selanjutnya harus disesuaikan dengan usia anak. Makanan harus mengandung energi dan semua zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral) yang dibutuhkan pada tingkat usianya. Pemberian makanan pendamping harus bertahap dan bervariasi dari mulai bentuk bubur cair ke bentuk bubur kental, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan lembek dan akhirnya makanan padat.

Contoh stimulasi :

ü  Beri asi, pemberian asi ini sesuai dengan keinginan bayi.

ü  Beri buah – buhan (sari) yang sesuai dengan bayi 1 – 2 kali dalam 1 hari.

ü  Beri bubur susu 1 – 2 kali dalam 1 hari.

ü  Susui bayi dengan payudara kanan dan kiri secara bergantian.

 

Cara Menjaga Kesehatan Bayi Pada Usia 4 – 6 Bulan

  • Amati Pertumbuhan Anak secara Teratur

Kesehatan anak harus mendapat perhatian dari orang tua, yaitu dengan cara segera membawa anaknya yang sakit ke tempat pelayanan kesehatan yang terdekat. Anak yang sehat pada umumnya akan tumbuh dan berkembang dengan baik.

Monitoring pertumbuhan anak dengan KMS, merupakan usaha untuk mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak. Sebaiknya anak sampai umur 3 tahun ditimbang tiap bulan. Dengan KMS kita bias mengetahui status kesehatan anak.

Contoh stimulasi :

ü  Timbang berat badan anak sebulan sekali

ü  Catat hasil penimbangan pada buku KMS

ü  Tanda anak tumbuh sehat adalah catatan pada buku KMS, garis pertumbuhan naik mengikuti salah satu pita warna atau pindah ke pita warna diatasnya,berat badan anak tiap bulan.

 

  • Minta Imunisasi Sesuai Jadwal di Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, atau Praaktik Swasta

Imunisasi adalah pemberian kekebalan agar anak tidak mudah terserang atau tertular penyakit. Pemberian imunisasi harus sedini mungkin dan lengkap. Imunisasi yang wajib diberikan adalah BCG, hepatitis B, polio, DPT, dan campak.

Contoh :

  • Anak harus di imunisasi lengkap sebelum 1 tahun.
  • Imunisasi mencegah penyakit TBC,hepatitis(sakit kuning), polio, difteri, batuk 100 hari, tetanus, campak.
  • Sakit ringan,seperti batuk,pilek,diare,bukan halangan untuk imunisasi.
  • Jadwal imunisasi

 

Umur Jenis imunisasi
0 – 7 hari

1 bulan

2 bulan

3 bulan

4 bulan

9 bulan

Hepatitis B 1

BCG

Hepatitis B 2, DPT 1,polio 1

Heprtitis B3, DPT 2,polio 2

DPT 3, polio 3

Campak, polio 4

 

Cara Memilih Pakaian Untuk Bayi Usia 4  – 6 Bulan

 

Pakaian atau baju sangatlah penting bagi bayi untuk memberi kehangatan,kelembutan,perlindungan, serta rasa aman dan nyaman, untuk itu pemilihan baju yang dapat memenuhi kebutuhannya bayi perlu diperhatikan.

Contoh :

  • Pilih pakaian yang terbuat dari kain yang lembut dan tidak mengandung bahan yang berbahaya untuk bayi.
  • Pilih pakaian yang pas dan cocok untuk bayi,jangan terlalu sempit atau trlalu longgar,agar bayi merasa nyaman.
  • Jangan memakaikan grita pada bayi karena akan mengganggu gerak bayi dan pernapasan bayi.

 

Cara Menjaga Lingkungan Sekitar Bayi dan Kebersihan Bayi Usia 4 – 6 Bulan Agar Tidak Sakit

 

Kebersihan baik perorangan maupun lingkungan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Dengan kebersihan yang baik dapat mencegah/ mengurangi terjadinya penyakit-penyakit kulit, diare, saluran pernafasan, demam berdarah dll. Perumahan yang layak, ventilasi dan pencahayaan cukup, tidak penuh sesak, akan menjamin keselamatan dan kesehatan penghuninya.

Contoh :

  • Mandikan setiap hari, pagi dan sore hari,memekai sabun bayi.
  • Cuci rambut bayi dengan shampoo yang tidak pedih di mata,2 – 3 kali dalam seminggu.
  • Gunting kuku tangan dan kaki jika sudah terlihat panjang.
  • Berssihkan rumah setiap hari dari debu,sampah dan genangan air.
  • Jauhkan anak dari asap rokok dan dapur.

 

 

  1. 2.    POLA ASIH

Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental, atau psikososial.

Pola asih untuk anak usia 4-6 bulan, meliputi:

  • Peluk dan timang bayi dengan penuh kasih sayang sesering mungkin
  • Memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada tubuh bayi
  • Melakukan tatapan atau kontak mata dengan bayi
  • Menjaga bayi tetap hangat dengan selimut atau dekapan ibu
  • Memberikan dekapan agar bayi merasa aman
  • Memangku bayi
  • Peluk dan timang bayi dengan penuh kasih sayang
  •  Ajak bayi tersenyum, bicara serta dengarkan musik.
  • Lebih banyak memberikan pujian kepada bayi
  • Selalu memberikan senyuman setiap kali bersama bayi
  • Meninabobokan bayi setiap kali akan tidur

 

Tingkah laku bayi usia 4-6 bulan berdasarkan pola asih, meliputi:

  • Bayi mengakui dan menyukai orang-orang yang dikenal, seperti tersenyum pada mereka
  • Bayi telah mengembangkan keterikatan dengan ibu atau pengasuh pertamanya
  • Bayi akan senantiasa ingin dekat dengan ibu atau pengasuh pertamanya
  • Bayi akan menangis ketika berpisah dengan ibu atau pengasuh pertamanya

 

 

  1. 3.    POLA ASAH

         

          Asah atau kebutuhan stimulasi oleh perangsangan yang datang dari lingkungan luar anak antara lain latihan atau bermain,kontak mata dan komunikasi verbal. Melalui bermain anak bias beljat mengendalikan dan mengkoordinasikan otot – ototnya, melibatkan emosi dan pikiran sehingga anak mendapat pengalaman hidup.

 

Pola Asah Untuk Bayi Usia 4 – 6 Bulan

 

  • PENGLIHATAN

Secara psikologis dan anatomis,bayi yang telah lahir memiliki kesiapan untuk merespon secara diferensial,berbagai aspek penglihatannya. Studi awal yang dilakukan oleh Frantz (1963) bahwa bayi yang baru lahir telah membuat diskriminasi visual secara baik. Kemudian bayi merespon secara selektif berbagai stimulasi visual, misalnya bayi lebih senang melihat pola atau bentuk daripada warna atau kecerahan. Mereka lebih senag melihat wajah, potongan benda yang dicetak daripada melihat warna merah,kuning,putih dan lain – lain. Sejak usia 6 bulan hingga 1 tahun ketajaman visual bayi tampak mendekati penglihatan orang dewasa normal.

Contoh :

ü  Menggantungkan benda bergerak agar anak dapat melihatnya.

ü  Ajak bayi berbicara,tersenyum serta mimic muka yang lain,supaya bayi dapat lebih mengenal dan hafal anggota keluarga.

ü  Menggerakan benda ke kanan dan ke kiri,untuk melatih penglihatannya.

ü  Mengajak keluar rumah,agar bayi melihat suasana yang berbeda.

 

  • PENDENGARAN

Menurut Hutt,et.all.,(1968). Respon selektif bayi terhadap ucapan manusia memiliki arti penting bagi kelangsungan hidupnya, sebab ia menjadi bagian yang vital dalam perkembangan hubungan kasih saying anatara orang tua dan anak. Hasil penelitian Muir & Flied (1979) juga menunjukkan bahwa sebagian besar bayi akan memutar kepalanya 90 derajat kearah sumber datangnya suara. Bayi juga mampu memperlihatkan respon yang berbeda atas suara yang berbeda,serta kelihatan lebih sensitive terhadap suara manusia yang normal.

Contoh :

ü  Sering mengajak bayi berbicara atau berkominikasi,bukan hanya orang tua saja melainkan orang lain disekitar,agar bayi bias mendengarkan dan merespon suara yang bermacam – macam.

ü  Mendengarkan berbagai music, agar selain suara manusia bayi juga terbiasa mendengarkan alunan music.

 

  • MOTORIK KASAR

Keterampilan motorik kasar (gross motor skill), meliputi keterampilan otot – otot besar lengan, kaki, dan batang tubuh seperti berjalan dan melompat. Sebelum tingkah laku reflex menghilang,bayi sudah dapat melakukan beberapa gerakan tubuh yag lebih terkendali dan disengaja. Pada usia 4 – 5 bulan bayi dapat menopang sebagian berat badab dengan kakinya, bayi juga sudah pandai berputar dengan menggunakan tangannya. Ketika diletakkan terlentang, ia menggunakan tangannya untuk mendorong dan berguling membalikkan badannya, Ia akan sering menendang, menggeserkan kaki atau mendorong-dorongkan kakinya. Pada usia 6 bulan, bayi dapat duduk tanpa dukungan, tetapi masih perlu bantuan.

 

  • MOTORIK HALUS

Keterampilan motorik halus meliputu otot – otot kecil yang ada di seluruh tubuh,seperti menyentuh dan memegang. Bayi dilahirkan dengan dilengkapi seperangkat komponen penting yang kelak akan menjadi gerak – gerak lengan, tangan dan jari yang terkoordinir dengan baik. Meskipun demikian, pada saat baru dilahirkan bayi masih mengalami kesulitan dalam mengontrol keterampilan motorik halusnya. Mereka sering menyentuh obyek disekitarnya tetapi gagal untuk memasukkan ke dalam genggamannya. Keterampilan – keterampilan sederhana, seperti menjangkau dan menggenggam ini muncul pada usia sekitar 4 atau 5 bulan, dan selama 2 tahun pertama kehidupan bayi, keterampilan tersebut semakin baik.

 

Contoh :

Perkembangan Gerakan:

ü  Tengkurap dan terlentang sendiri, Membalikkan badan.
Untuk melatihnya, sering letakan posisi dalam posisi tengkurap.
Bila si kecil sedang tengkurap, balikkan tubuhnya. Atau sebaliknya, bila
ia telentang balikkan badannya hingga ia tengkurap.

ü  Menumpu badan pada kaki bila dipegang pada ketiak (diberdirikan).
Melempar atau menjatuhkan benda-benda yg dapat digenggamnya.
Untuk melatihnya, beri mainan dari plastik yg
dapat digenggam, dilempar dan dijatuhkan, seperti mainan berbunyi yg
tidak mudah pecah, kubus-kubus kayu, cangkir plastik atau bola

ü  Bisa duduk sendiri tanpa pegangan.
Untuk melatihnya, Dudukkan anak di pangkuan dengan
menghadap keluar dan bersandar pada perut Anda. Lalu, pegang mainan
(kerincingan) pada jarak penglihatannya. Usahakan agar si kecil tertarik
sehingga ia berusaha meraihnya. Bila ia tertarik dan ingin meraih
kerincingan tersebut, jauhkan si kecil sedikit demi sedikit sampai si
kecil tidak bersandar lagi.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s