pola asuh untuk usia 0 – 3 bulan

bayi

PEMBAHASAN

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang, secara umum digolongkan menjadi 3 kebutuhan dasar (dikutip dari Titi 1993): Kebutuhan fisik-biomedis (“ASUH”), Kebutuhan emosi atau kasih sayang (“ASIH”), dan Kebutuhan akan stimulasi mental (“ASAH”). Dalam makalah ini akan dibahas tentang pola pengasuhan anak yang meliputi kebutuhan dasar yang telah disebutkan sebelumnya yaitu “ASUH, ASIH, dan ASAH pada anak usia 0-3 bulan. Yang pertama akan dibahas tentang pola pengasuhan anak dengan kebutuhan dasar fisik-biomedis (ASUH).

  1. KEBUTUHAN FISIK-BIOMEDIS (ASUH) PADA ANAK USIA 0-3 BULAN

Kebutuhan fisik-biomedis (asuh) pada anak usia 0-3 bulan antara lain:

Pemberian gizi/nutrisi  yang baik dan seimbang sejak didalam kandungan

Gizi/nutrisi harus dipenuhi secara seimbang. Ibu hamil harus makan-makanan pemberi energi, misalnya nasi, gandum, tepung jagung, kentang, gula dan lemak. Makanan pembangun tubuh (bahan berprotein tinggi) misalnya kacang polong, kacang merah, kacang tanah, susu, daging, ikan dan telur. Makanan pelindung termasuk buah-buahan (jeruk, pisang, mangga) dan sayur-sayuran (wortel, bayam, daun mustard, daun mint yang kaya vitamin dan mineral.

Selain itu alkohol dan rokok juga harus dihindari selama kehamilan. Karena mengkonsumsi rokok pada tri semester terakhir bisa mengakibatkan cacat mental pada bayi didalam rahim. Tidak hanya itu saja, otaknya pun bisa terganggu. Kopi dan teh diperbolehkan asal jumlahnya tidak terlalu banyak.

Pemberian gizi/nutrisi bukan berarti harus makan-makanan yang mahal tetapi makanan yang memberikan energi, bahan untuk pembentuk dan pelindung tubuh.

Pemberian ASI ekslusif sebagai nutrisi untuk bayi usia 0-3 bulan

Satu bentuk rangsang untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak bayi adalah dengan menerapkan pola asah, asih dan asuh dalam perawatannya sehari-hari, dalam pemberian ASI juga perlu ditunjang dengan pemenuhan zat-zat gizi yang tepat.

Menurut Dr. Derrick B. Jelliffe, air susu manusia dianggap sebagai “pemberian hadiah cinta kasih dan sumber alamiah secara unik”. Ia mengatakan bahwa ASI adalah satu zat yang terbaik yang dimiliki manusia sebagai makanan bayi.

ASI merupakan sumber makanan utama dan paling sempurna bagi bayi usia 0-3 bulan. Untuk itu harus diterapkan pola makan yang sehat agar zat gizi yang dibutuhkan dapat dipenuhi melalui ASI karena ASI bukanlah “makanan yang buruk bagi bayi”, tetapi makanan pilihan untuk bayi.

Produksi ASI sampai hari kelima, yang disebut kolostrum (cairan kental kekuningan), sangat baik bagi bayi. Ia mengandung banyak antibodi, protein, mineral, dan vitamin A. ASI merupakan makanan terbaik yang tak tergantikan oleh segala bentuk makanan lain, baik susu formula, food supplement, ataupun suplemen vitamin. Tetapi, susu formula diperlukan untuk bayi-bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI. Misalnya, ketika ibu sakit dan produksi ASI tidak mencukupi.

ASI eklusif menurut WHO (World Health Organization) adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain baik susu formula, air putih, air jeruk, ataupun makanan tambahan lain. Sebelum mencapai usia 6 bulan sistem pencernaan bayi belum mampu berfungsi dengan sempurna, sehingga ia belum mampu mencerna makanan selain ASI.

Kelebihan ASI:

  • Komposisinya sesuai

ASI mempunyai komposisi yang ideal untuk memenuhi kebutuhan bayi. Tidak ada air susu jenis lain yang memiliki komposisi seperti ASI.

  • Tidak memerlukan persiapan

ASI selalu segar, murni dan siap untuk diminum, tidak memerlukan persiapan. Oleh karena itu, pemaparan terhadap kontaminasi luardapat dihindari.

  • Hangatnya sesuai untuk bayi

ASI selalu memiliki suhu yang paling baik untuk bayi. Tidak perlu merebus dan memastikan suhunya tepat untuk bayi.

  • Kontaminasi minimun

ASI bersifat steril. Olerh karena itu, aman bagi bayi. Beberapa studi menunjukkan bahwa keinfeksi pernapasan, seperti flu, dan infeksi gastro intestinal, seperti diare, jarang terjadi pada bayi yang menerima ASI.

  • Bersifat anti alergi

ASI mengandung antibodi dibanding protein makanan dan juga protein susu sapi. Antibodi ini berguna untuk menghalangi penyerapan bahan makanan beracun atau bersifat alergi pada saat bayi tidak memiliki respon terhadap kekebalan usus.

  • Pertahanan melawan infeksi

ASI mengandung beberapa faktor anti mikroba (agen yang menghalangi invasi) yang memiliki peran penting dalam melawan infeksi pada bayi. Kualitas ASI ini penting pertahanan bayi terhadap infeksi, khususnya dinegara-negara Ketiga dimana resiko infeksi sangat tinggi.

  • Dampak ekonomi

Dalam skala dunia, diperkirakan bahwa penurunan kegiatan menyusui bisa menyebabkan hilangnya uang milyaran dolar secara sia-sia.

  • Hubungan ibu-anak yang sehat

ASI baik sekali untuk membangun interaksi ibu-anak yang sehat. Bayi yang menerima ASI memilki kontak yang dekat dan hangat dengan ibunya yang sudah dibandingkan dengan “hangatnya air ketuban (air yang menjadi tempat berenang didalam perut ibunya) yang menyelimuti dan baru saja ditinggalkan”. Menyusui bayi akan memberikan banyak kepuasan dan rasa pemenuhan kebutuhan. Demikian halnya dengan bayi yang mendapat kepuasan hati dan kesenangan.

  • Nilai kontraseptif

Menyusui dianggap bisa membantu menjaga jarak kelahiran anak. Kemungkinan terjadinya konsepsi

  • Membantu mengembalikan bentuk tubuh ibu

Tidak benar adanya kepercayaan bahwa menyusui menjadikan bentuk tubuh ibu buruk. Kenyataannya adalah sebaliknya. Jika dilakukan dengan benar, menyusui dapat memperbaiki dan membentuk kembali tubuh ibu. Hal ini membuat rahim kembalike ukuran normal dan juga menghilangkan lemak ekstra yang terakumulasi selama kehamilan.

Perlindungan terhadap kanker

Para ibu yang menyusui bayinya secara relatif menunjukkan kemungkinan kecil terjangkit kanker payudara. Hal ini dapat dilihat dari fakta bahwa kanker payudara sangat sulit sekali menyerang kaum yahudi yang mempunyai tingkat menyusui yang sangat tinggi.

Perlindungan terhadap gangguan degeneratif

Dalam beberapa tahun, telah ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa ASI memberi perlindungan melawan terhadap gangguan degeneratif pembuluh darah (arteriosklerosis).

Pemenuhan akan kebutuhan tempat tinggal yang aman (tempat tidur yang nyaman)

Tempat tidur bayi harus diletakkan didekat tempat tidur ibu sehingga bisa dipeluk, ditimang, dan diberi makan saat bayi menginginkannya. Sehingga melihat bayi tidur dan terjaga akan memberikan kepuasan yang mendalam bagi ibu begitu pula bagi bayi. Tempat tidur bayi juga harus dilengkapi dengan pengahalang dibagian tepi untuk mencegah bayi jatuh. Tidak perlu menggunaknan bantal, tetapi matras busa sudah cukup. Seprei dan juga lembaran plastik atau karet untuk mencegah matras supaya tidak basah juga diperlukan.

Pemberian pakaian yang sesuai dengan usia

Bayi yang baru lahir harus dibuat hangat, tetapi jangan terlalu hangat. Pakaian bayi seharusnya tidak membuat berkeringat. Sehingga ibu harus mengetahui kebutuhan atau pakaian yang sesuai yang harus dikenakan bayi. Popok yang terbuat dari bahan kasa atau handuk katun juga gumpalan kapas untuk mengelap pantat bayi yang terkena kotoran. Selain itu juga byi membutuhkan baju rompi, kaos tanpa kancing atau resleting, tutup kepala, baju hangat, kaos kaki, dan juga selimut.

Perawatan kesehatan dini berupa imunisasi

Imunisasi adalah perangkat yang praktis dan efektif yang bisa diperoleh dari dokter-dokter untuk melindungi beberapa penyakit menular. Imunisasi juga diistilahkan dengan vaksinasi atau inokulasi. Pada usia antara 0-3 bulan bayi harus melakukan imunisasi antara lain:

  • Imunisasi BCG

B adalah singkatan  dari Bacillus (bakteri), C singkatan dari Calmette dan G untuk Guerin. Calmette dan Guerin adalah dua nama ilmuwan dari Perancis yang mengembangkan vaksin BCG untuk melawan penyakit tuberkolosis. Setiap dokter akan menyarankan bahwa setiap bayi harus mendapat vaksinasi BCG secepat mungkin setelah lahir, mungkin sebelum berumur 3 bulan. Banyak pusat kesehatan yang tidak memulangkan ibu dan bayinya kecuali jika bayinya sudah mendapat vaksinasi BCG.

Lengan kiri adalah bagian standar tempat pemberian vaksinasi BCG. Jarum yang sangat kecil dan tabung suntik khusus yang berisi tuberculin digunakan untuk menginjeksikan vaksin kedalam kulit. Terakhir, ada beberapa bukti bahwa vaksinasi BCG juga memberikan perlindungan melawan lepra (penyakit yang sifatnya progresif dan menular ditandai dengan terserangnya kulit dan saraf) dan leukimia (sejenis kanker darah).

  • Imunisasi polio

Polio (poliomyelitis) merupakan penyebab utama paralisis pada tungkai kaki dan kelumpuhan pada anak. Pemberian vaksinasi polio secara oral dalam bentuk tablet  manis atau tetes (drop), dimulai apda umur 6 minggu, dikenal sebagai cara untuk melindungi diri melawan penyakit. Vaksinasinya bersifat aman. Pada umumnya pusat-pusat kesehatan memberikan 3 dosis pada interval 4 sampai 6 minggu.

Mengenai dosis booster atau vaksinasi kedua, ini harus diberikan pada umur 12-18 bulan setelah dosis terakhir suatu vaksinasi selesai diberikan. Vaksin tidak diberikan pada saat bayi sedang sakit diare akut yang parah atau sakit akut lainnya.

Merawat kebersihan badan dan lingkungan sekitar bayi

Kebersihan badan mencakup kebersihan hidung, mata, telinga, kulit dan bahkan tali pusar (sekitar umur 0-2 minggu).  Menjaga kebersihan hidung sangatlah penting, karena bayi akan menangis dan sulit bernafas jika hidungnya tersumbat. Telinga dan mata harus dibersihkan setiap kali sehabis mandi. Saat membersihkan mata, usapkan gumpalan kapas atau handuk dari ujung mata di dekat hidung kearah keluar. Tidak usah menghias mata bayi dengan pewarna. Tali pusar biasanya akan segera diberi obat anti bakteri atau diperban oleh dokter di ruang bersalin. Biasanya puntung ini akan lepas dalam waktu seminggu jika dibiarkan.

Menjaga kebersihan badan bayi merupakan hal penting. Jadi ibu yang baik harus memperhatikan hal-hal yang kecil.

Memberikan pengobatan ketika bayi sedang sakit

Sejak bayi berusia satu bulan sebaiknya diperiksakan ke dokter, tidak usah menunggu sampai masalah medis timbul dan menjadi parah. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memeriksakan keadaan perut bayi, karena terkadang bayi selama 3 bulan pertama kehidupannya mengalami sakit perut yang hebat yang kemungkinan disebabkan karena adanya udara dalam perut bayi. Selain itu dapat juga melakukan pengecekan pada saluran pernapasan, karena dikhawatirkan dapat terserang infeksi akur seperti infeksi saluran pernapasan bagian atas, rinitis (peradangan pada hidung) atau otitis (infeksi telinga) sehingga memerlukan konsultasi dokter.

Setiap bulan sekali bayi sebaiknya diperiksakan ke Posyandu untuk mengetahui perkembangan bayi setiap bulannya. Selain itu bayi juga mendapatkan vitamin untuk menambah kekebalan tubuh bayi.

Pemenuhan kebutuhan fisik bilogis pada anak mempengaruhi kualitas perkembangan anak.

  1. KEBUTUHAN EMOSI ATAU KASIH SAYANG (ASIH) PADA ANAK USIA 0-3 BULAN

Pada tahun-tahun pertama kehidupan, hubungan yang erat, mesra dan selaras antara ibu atau pengganti ibu dengan anak merupakan syarat mutlak untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, maupun psikososial. Berperannya dan kehadiran ibu atau pun penggantinya sidini dan selanggeng mungkin, akan menjalin rasa aman bagi bayi. Hal ini diwujudkan dengan kontak fisik (kulit/mata) dan psikis sedini mungkin. Kekurangan kasih sayang ibu pada tahun-tahun pertama kehidupan mempunyai dampak negatif pada tumbuh kembang anak baik fisik, mental maupun sosial emosi, yang disebut dengan “Sindrom Deprivasi Maternal”.Kasih sayang dari orang tua (ayah-ibu) akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar.

Kebutuhan emosi atau kasih sayang (asih) pada anak usia 0-3 bulan antara lain:

Memberikan rasa aman (emotional security) baik secara kontak fisik maupun psikis

Ketika seorang bayi dibawa mendekat ke tubuh ibunya dan digendong dengan lembut serta penuh cinta kasih dalam bahunya, bayi itu tentu saja lebih diam. Karena bayi merasa lebih aman dalam dekapan ibunya. Selain itu tindakan ini membuat sinyal unik tertentu semacam bentuk “komunikasi” antara ibu dengan anaknya. Tangan ibunya meyakinkan si bayi tentang persaan aman mengenai kehidupan sebelumnya didalam rahim ibu dimana dia mendengarkan nyayian pengantar tidur terus menerus oleh suara detak jantungnya, oleh hembusan nafasnya yang teratur dan lembut gerakan tubuhnya.

Memberikan rasa kasih sayang dan perhatian

Rasa cinta kasih yang diterima bayi akan membuat bayi yang sakit menjadi sembuh dan sebaliknya kurangnya rasa cinta kasih akan membuat bayi yang sehat menjadi sakit. Cinta kasih dibutuhkan jauh sebelum seorang bayi tumbuh besar. Kenyataannya adalah pada beberapa menit pertama dan beberapa jam setelah lahir, intensitas kedekatan antara bayi baru lahir di satu sisi, dengan ibu dan ayah di sisi lain, secara meyakinkan mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan perilaku anak tersebut.

Memberikan perlindungan sejak usia kehamilan hingga anak dewasa

Saat mengetahui kehamilan, ibu harus memeriksa kehamilannya dan terus melakukannya sepanjang ibu hamil. Ibu yang tidak bisa merawat  diri selama hamil tidak selalu melahirkan bayi yang sehat. Pemeriksaan fisik yang seksama termasuk pemeriksaan jalan lahir (juga disebut pemeriksaan pra-vagina) dan pemeriksaan tekanan darah (TD) penting untuk mencatan berat dan tinggi. Dokter juga ingin mengetahui ukuran panggul, susunan tulang yang harus dilalui bayi selama kelahirannya.

Sebagian besar kehamilan yang diperiksakan dengan baik akan berakhir dengan baik, tapi ibu hamil harus tetap cermat dan waspada. Ibu yang bergizi baik juga bebas dari penyakit yang bisa menghambat kehamilan. Ibu yang seperti ini akan melahirkan bayi yang lebih besar dan sehat untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Jadi bagi ibu yang sedang hamil sebaiknya berusahalah semampunya untuk menghindari kontak dengan campak jerman (rubella) selama bulan-bulan pertama kehamilan atau bayi bisa lahir dengan berbagai cacat fisik

Pengasuhan dengan kasih sayang yang tulus dalam pemenuhan kebutuhan dasar bayi menimbulkan kepercayaan  pada bayi terhadap lingkungannya

Saat bayi berumur 0-3 bulan, dia seperti keluar dari cangkangnya. Dengan pengasuhan yang didalamnya terkandung kasih sayang yang tulus dia akan menunjukkan rasa senangnya dengan jelas saat diangkat, ditimang, dipeluk atau diajak bicara. Setiap bayi yang mendapatkan kasih sayang yang tulusdan adanya orang tua disamping bayi didekatnya maka ia merasa diterima dan senang dengan keluarga yang ada disekitarnya, sehingga dapat timbul rasa percaya terhadap lingkungannya.

Hasil pengasuhan seperti ini diharapkan akan meningkatkan kecerdasan emosional, kemandirian, kreativitas dan kerjasama/kepemimpinan.

  1. KEBUTUHAN AKAN STIMULASI MENTAL (ASAH) PADA ANAK USIA 0-3 BULAN

Stimulasi dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan bayi-balita, setiap hari, terus menerus, bervariasi, disesuaikan dengan umur perkembangan kemampuannya, dilakukan oleh keluarga (terutama ibu atau pengganti ibu).

Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan kegembiraan antara pengasuh dan bayi/balitanya. Jangan memberikan stimulasi dengan terburu-terburu, memaksakan kehendak pengasuh, tidak memperhatikan minat atau keinginan bayi/balita, atau bayi-balita sedang mengantuk, bosan atau ingin bermain yang lain. Pengasuh yang sering marah, bosan, sebal, maka tanpa disadari pengasuh justru memberikan rangsang emosional yang negatif. Karena pada prinsipnya semua ucapan, sikap dan perbuatan pengasuh adalah merupakan stimulasi yang direkam, diingat dan akan ditiru atau justru menimbulkan ketakutan bayi-balita.

Stimulasi mental merupakan cikal bakal dalam proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak. Stimulasi mental (ASAH) ini mengembangkan perkembangan mental psikososial: kecerdasan, agama, kepribadian yang mantap, arif, moral-etika, produktivitas yang baik dan sebagainya.

Berbagai parameter stimulasi perlu dipertimbangkan termasuk jumlah, tipe, waktu, pola, kualitas stimulasi serta faktor risiko yang ada. Bebagai macam stimulasi yang dianjurkan pada bayi adalah :

1. Stimulasi Visual (gerakan, warna, bentuk)

Rangsang visual sebaiknya terdiri dari warna yang mencolok, kontras gelap dan terang (garis-garis, lingkaran-lingkaran sepusat, bentuk geometrik), obyek yang bergerak dan permukaan di sekitarnya. Wajah manusia adalah obyek yang paling disukai untuk menarik perhatian, bentuknya, gerakannya dan suaranya. Tatapan wajah yang sangat dekat dan bersuara menimbulkan stimulasi visual, auditori dan taktil secara bermakna. Perubahan posisi yang sering (dan telentang ke tengkurap, dan tempat tidur ke gendongan, dan kursi ke ayunan) memungkinkan bayi mendapatkan berbagai stimulasi penglihatan dan pemandangan yang berbeda.

2. Stimulasi Auditori (menyanyi, musik, suara ibu)

Untuk merangsang pendengaran, bersuara  sangatlah penting. Jumlah dan tipe bahasa yang digunakan di rumah selama periode bayi merupakan faktor penting dalam perkembangan kecerdasan anak. Pemaparan terhadap berbagai musik, suara harian keluar masuk rumah, membacakan cerita untuk bayi meskipun masih berumur 0-3 bulan akan membantu rangsang pendengaran bayi. Tetapi jangan terlalu berisik dan mengganggu. Bayi yang dihujani dengan suara yang berisik (suara TV, radio, teriakan, kegaduhan yang konstan) terlatih sulit menghilangkan gangguan tersebut, sehingga kelak anak sulit untuk membedakan dengan menggunakan pendengaran dan perhatian.

3. Stimulasi Taktil (pijat, posisi, fleksi ekstensi)

Dari semua rangsang sensori, rangsang raba (taktil) adalah yang paling penting untuk perkembangan yang sehat. Sensasi sentuhan adalah yang paling berkembang pada saat lahir, dan telah berfungsi sejak sebelum lahir, jauh sebelum fungsi sensasi lainnya berkembang. Memegang, menimang, mengurut, menepuk, menggoncang dan gerakan adalah sangat penting, termasuk memijat dan memandikan. Ibu dapat melakukan ini selama memberiASI, mengganti baju dan kegiatan rutin lamanya. lbu yang memberi botol dengan disangga, atau yang meletakkan bayi di tempat tidur dengan botol berarti merampas sensasi kehangatan dan kedekatan, juga merampas dan rangsang pandangan, pendengaran dan rabaan.

Cara berinteraksi pada bayi usia 0-3 bulan:

1. Penglihatan

• Menarik perhatian bayi, dekatkan wajah ibu

• Pertahankan kontak mata yang lama

• Ubah ekspresi wajah untuk mempertahankan interaksi visual, menggunakan senyuman, ekspresi kaget, gerakan lidah

• Tirukan ekspresi wajah bayi

• Gerakan benda berwarna terang untuk membantu pemfokusan bayi dan mengikutinya

• Atur posisi bayi sehingga Ia dapat melihat ke orangtua

2. Pendengaran

• Gunakan suara anda untuk berbagai cara berkomunikasi dengan bayi (bernyanyi, bergumam, berkotek, memanggil mama, bercakap)

• Berusaha agar bayi menggerakkan matanya dan kepalanya kearah suara anda

• Gunakan benda untuk menimbulkan suara (kerincingan, bel, musik)

3. Perabaan

• Menggendong dan mengatur posisi

• Sentuhan, tepukan, urut/pijat bayi dengan cara menenangkan dan berirama

• Manfaatkan refleks bayi untuk interaksi (refleks isap, refleks memegang)

• Pegang dan timang bayi

• Ayunkan bayi ketika diam, dan hibur dengan menggoyang ketika rewel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s